“Bumi menyimpan ilmu, langit menyimpan jurus!”
seru Tirta Yudha. Di kalangan pendekar, kalimat ini
adalah kalimat kebijaksanaan.
Pintu rumah itu terkuak. Suta Menggala menahan
napas. Mendadak terlihat kilatan cahaya. Sebuah
pedang telanjang sepanjang sedepa dilemparkan
dari dalam rumah yang gelap itu. Anehnya pedang
itu segera meluncur di atas air dengan cepatnya.
Lalu, terdengar teriakan kecil dan melesatlah sesosok
bayangan. Kejadian berikutnya sungguh amat
mengagumkan. Tubuh itu melayang dan tiba-tiba saja
telah menginjakkan kakinya di atas bilah pedang yang
masih meluncur di permukaan air rawa.
Tirta Yudha dan Suta Menggala berseru kagum.
Sesosok tubuh meluncur menaiki sebilah pedang di
atas air. Seperti orang berselancar! Sebuah pameran
kehebatan ilmu ringan tubuh. Tangan orang itu
terentang untuk membuat keseimbangan tubuhnya,
sementara mata pedang itu membelah air dan pohon
ganggang. Cepat sekali dan tiba-tiba saja telah berada
di pinggir rawa, hanya lima tombak di hadapan Tirta
Yudha.
Orang itu menggerakkan kakinya menginjak
gagang pedang. Tanpa diduga pedang panjang itu
melenting dan telah berada dalam genggamannya.
“Dewa Pedang ...,” gumam Suta Menggala hingga
mulutnya tetap ternganga.
di sini bisa melihat beberapa karya Cendolers yang sudah dibukukan.
Temukan beraneka ragam event dan Lomba melalui situs kami.
Cerpen yang ada di sini yang sudah pernah terbit di media massa.
Puisi yang ada di sini yang sudah pernah tebit di media massa.