Produk

di sini bisa melihat beberapa karya Cendolers yang sudah dibukukan.
_________________ 

INFO LOMBA

Temukan beraneka ragam event dan Lomba melalui situs kami.
_________________ 

CERPEN

Cerpen yang ada di sini yang sudah pernah terbit di media massa.
_________________ 

PUISI

Puisi yang ada di sini yang sudah pernah tebit di media massa.
_________________ 
• media untuk berbagi dan belajar kepenulisan, sastra dan literasi. CENDOL adalah CErita meNu lis dan Diskusi OnLine •

BELAJAR DARI RONGGENG DUKUH PARUK BERSAMA AHMAD TOHARI.

Acara Publik untuk :
Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO)


Oleh

Pilo Poly Cendolers.

  • 29 April 2012
  • 9:00 sampai 17:00
    Jl Brigjen Katamso, Yogyakarta

Read More...

Pendekar Rajawali Muda

“Bumi menyimpan ilmu, langit menyimpan jurus!”
seru Tirta Yudha. Di kalangan pendekar, kalimat ini
adalah kalimat kebijaksanaan.
Pintu rumah itu terkuak. Suta Menggala menahan
napas. Mendadak terlihat kilatan cahaya. Sebuah
pedang telanjang sepanjang sedepa dilemparkan
dari dalam rumah yang gelap itu. Anehnya pedang
itu segera meluncur di atas air dengan cepatnya.
Lalu, terdengar teriakan kecil dan melesatlah sesosok
bayangan. Kejadian berikutnya sungguh amat
mengagumkan. Tubuh itu melayang dan tiba-tiba saja
telah menginjakkan kakinya di atas bilah pedang yang
masih meluncur di permukaan air rawa.

Tirta Yudha dan Suta Menggala berseru kagum.
Sesosok tubuh meluncur menaiki sebilah pedang di
atas air. Seperti orang berselancar! Sebuah pameran
kehebatan ilmu ringan tubuh. Tangan orang itu
terentang untuk membuat keseimbangan tubuhnya,
sementara mata pedang itu membelah air dan pohon
ganggang. Cepat sekali dan tiba-tiba saja telah berada
di pinggir rawa, hanya lima tombak di hadapan Tirta
Yudha.

Orang itu menggerakkan kakinya menginjak
gagang pedang. Tanpa diduga pedang panjang itu
melenting dan telah berada dalam genggamannya.
“Dewa Pedang ...,” gumam Suta Menggala hingga
mulutnya tetap ternganga.


Read More...

SUKER

SUKER

Donatus A. Nugroho, Divin Nahb, Erry Sofid, Putra Gara, Agus Linduaji, mayokO aikO, Nimas Aksan dan Dela BungaVenus adalah adalah 8 tokoh penting dalam grup facebook Diskusi Fiksi.Menulis Fiksi.Membaca Fiksi (Universal Nikko+mayokO aikO) yang kini anggotanya mencapai lebih dari 5.000 orang.

Grup yang dibentuk oleh mayokO aikO ini mencoba mewadahi dan menyalurkan bakat dan hasrat menulis dari berbagai kalangan, mulai dari para unyu (sebutan untuk remaja) yang baru belajar merangkai kata sampai para penulis senior yang sudah menghasilkan banyak karya. Maka kemudian terjalinlah sebuah pola interaksi dalam komunitas, baik secara online maupun offline, dalam konsep bersenang-senang, belajar, berbagi dan berkarya.

Kedelapan nama di atas disebut sebagai Suker (Suhu Keren) karena kontribusinya di dalam grup dan kreatifitas menulisnya. Dan kali ini Penerbit Universal Nikko mendapat kehormatan sekaligus kesempatan langka untuk membukukan karya mereka dalam sebuah antologi fiksi.

Selamat menikmati karya mereka dalam genre dan ciri khas mereka masing-masing. Semoga terhibur dan bermanfaat.

Salam Sastra,
Universal Nikko

Read More...

Cermin Hati

Seringkali saya iri, mengapa zaman saya muda dulu belum ada jejaring sosial seperti facebook? Kalau sudah ada, mungkin Kelas Cendol akan saya bangun sejak saya SMP. Apa itu Kelas Cendol? Yang belum tahu, mungkin akan mengerutkan kening. Tapi saya juga tidak segan memberi tahu. Sekitar setahun lalu, saya bersama Donatus A. Nugroho, Putra Gara dan Divin Nahb membentuk sebuah grup kepenulisan di facebook dengan nama Diskusi Fiksi. Menulis Fiksi. Membaca Fiksi – (Universal NikkO+mayokO aikO). Grup yang dibangun berdasarkan asas kekeluargaan, kebersamaan dan rasa saling memiliki. Tak disangka, antusiasme facebookers untuk bergabung dengan grup ini luar biasa, sehingga detik ini saja jumlah anggota mencapai lima ribuan lebih. Berbagai macam program kepenulisan serta lomba kami gelar dengan profesional, tanpa kami pungut biaya sepeser pun. Para suker (suhu keren, sebutan untuk guru pengajar) bahkan rela kerja sosial demi terus menghidupkan grup yang terus melahirkan bibit-bibit penulis muda ini.
Sekarang, lewat Cermin Hati, terbayarlah semua kerja keras setahun ini. Tak henti berkaca-kaca mata saya, membaca satu demi satu cerpen yang ditulis para unyu kelas Cendol. Anak-anak usia sembilan belas tahun ke bawah yang tak pernah lelah belajar, tak pernah patah semangat berkarya. Saya bisa bilang apa? Bahkan ungkapan kebanggaan ini lebih mendalam daripada kebanggaan seorang bapak terhadap anak-anaknya. Ucapan terima kasih saja, mungkin tidak akan cukup. Kalau memungkinkan, kelimapuluh unyu ini akan saya peluk dalam satu rengkuhan tangan saya.
Namun perjalanan tak berhenti di sini. Percayalah, bahwa satu karya akan membuka jalan bagi ribuan karya-karya lain. Karena sejak sekarang, kita mengemban tanggung jawab untuk terus berprestasi. Terus menulis, terus berkarya yang lebih bagus lagi. Maka jangan berhenti belajar. Menulislah tanpa beban, menulislah dengan bahagia. Terakhir, saya ucapkan selamat untuk seluruh anak-anak saya yang lolos dalam karya besar ini. Selamat, dan peluk sayang untuk kalian semua. Terima kasih tak terhingga juga untuk mas Donatus A. Nugroho yang sudah merelakan waktunya untuk terjaga setiap saat membimbing dan memfasilitasi para penulis muda ini.
Buku ini adalah persembahan cinta dari kami untuk sastra populer Indonesia.


Salam Sastra,
mayokO aikO

Read More...
 
Copyright (c) 2012 Universal Nikko